Wajo Patut Bersyukur, Desa Tertinggal di Era Kepemimpinan Amran Berkurang Drastis

Rabu, 16 Februari 2022 | 12:36 WIB Last Updated 2022-02-16T05:36:05Z
Bupati dan Wabup Wajo, Amran Mahmud dan Amran SE - JG/JBN Indonesia


JBN Indonesia, WAJO - Keseriusan Pemkab Wajo di bawah kepemimpinan Amran Mahmud-Amran SE dalam memajukan desa patut diacungi jempol. Selama tiga tahun kepemimpinannya, jumlah desa yang dulunya masuk kategori tertinggal, kini semakin berkurang.


Sesuai data terbaru, jumlah desa tertinggal di Wajo sisa tiga desa. Bahkan, 27 desa masuk kategori desa maju di Indonesia. Dua desa lainnya naik menjadi desa mandiri, yakni Desa Assorajang dan Desa Pakkanna. 


Wakil Bupati Wajo, H. Amran, SE, saat membacakan capaian keberhasilan Wajo di refleksi tiga tahun kepemimpinan duo Amran, mengurai, capaian ini berkat sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.


"Tentu hal ini tidak lepas dari kerjasama dan kerja keras para Kepala Desa yang berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, sehingga desa yang ada di Kabupaten Wajo menjadi semakin baik dan mampu memenuhi sendiri kebutuhan masyarakat di wilayahnya," ujar Amran SE yang di refleksi tiga tahun kepemimpinan yang digelar di RTH Taman Callaccu, berbagi panggung dengan Bupati Wajo Amran Mahmud, Selasa (15/2/22) malam.


Amran SE mengungkapkan, bahwa perhatian Pemkab Wajo kepada pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan publik juga terus dilakukan. Termasuk dalam mempermudah pelayanan kepada warga.


Selain peningkatan tunjangan perangkat desa sejak tahun 2020 melalui APBDes, pada tahun 2021 sebanyak 142 Kepala Desa dan 1.075 orang perangkat desa telah tercover dalam BPJS Kesehatan.


Pada kesempatan itu, Amran juga Wakil mengungkapkan, Kabupaten Wajo juga menjadi salah satu dari 3 besar kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan indeks sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dengan nilai indeks sebesar 2,42.


Selain itu, melalui koordinasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik telah hadir berbagai aplikasi layanan administrasi dan layanan publik dalam rangka percepatan pelayanan, antara lain aplikasi terkait pemantauan dan evaluasi perkembangan pandemi Covid-19, Cyber Hoax, Sistem Informasi Desa, dan Akun Desa di 128 Desa. (JG)

Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.

Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wajo Patut Bersyukur, Desa Tertinggal di Era Kepemimpinan Amran Berkurang Drastis

Trending Now