Antisipasi Bencana Pada Musim Kemarau, BPBD dan Kodim Situbondo Gelar Rakor

Heru Hartanto
Rabu, 03 Agustus 2022 | 17:10 WIB Last Updated 2022-08-03T10:10:03Z

 

Rapat koordinasi penangulangan bencana musim kemarau (Heru Hartanto/jbnindonesia.com)

JBNIndonesia.com - SITUBONDO JAWA TIMUR – Kasdim 0823 Situbondo Mayor Sampak menghadiri rapat Koordinasi lintas sektor terkait Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) di Kabupaten Situbondo. Rakor yang berlangsung di ruang rapat BPBD Jl. Cendrawasih No. 32 Kabupaten Situbondo, bukan hanya dihadiri Kasdim Situbondo saja, namun pihak pihak tekait yang berkecimpung dalam penanganan bencana alam, Rabu (3/8/2022).

 

Selain Kasdim 0823 Situbondo, hadir pula dalam rapat tersebut, Kabagops Polres Situbondo, Kompol M.Ibnu, Pasiops Kodim 0823 Situbondo, Kapten Inf Basuki Rahmad, S.Sos., Kasubag Dalops, AKP Sudpendi, Pasi Intel Kodim 0823 Situbondo, Lettu Kav Suyitno, Danunit Intel Kodim 0823 Situbondo, Letda Inf Agus Riyadi, Sekretaris BPBD Situbondo, Yakup Alek, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Gatot Trikorawan, Kasi logistik Tagana Dinas Sosial, Indra, Perwakilan PMK Agus, Perwakilan Dishub Situbondo, Radik dan Arofa, Perwakilan PUPP, Dody Hermawan dan Perwakilan perhutani, Moh. Hadi.

 

Rapat koordinasi yang membahas tentang kebencanaan di wilayah Kabupaten Situbondo ini diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris BPBD Situbondo, Yakup Alek, ST dan dilanjutkan dengan pemaparan menghadapi musim kemarau dan mengantisipasi terjadinya kekeringan oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Gatot Trikorawan. “Kita ingin berkoordinasi dengan intansi terkait dalam menangani kebakaran yang akhir akhir ini sudah sering terjadi baik kebakaran rumah maupun lahan. Untuk itu, mari kita bersama-sama melakukan pencegahan sebelum terjadi bencana,” jelas Gatot Trikorawan.

 

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana dan selesainya bencana, sambung Gatot Trikorawan bahwa, hak penyenggaraan bencana sesuai UU No 24 merupakan tanggungjawab pemerintah daerah dan masyarakat. “Untuk antisipasi atau mengurangi terjadinya korban dalam bencana alam, maka kita harus bergerak secara cepat dalam penanganan bencana alam,” tuturnya.

 

Selain itu, lanjut Gatot Trikorawan, masyarakat harus dibekali peningkatan kewaspadaan dini dalam menghadapi bencana alam. “Kami bekerjasama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang ada di desa desa. Dan apabila terjadi bencana di tingkat desa, maka Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat mengatasinya,” tuturnya.

 

Tak hanya itu yang disampaikan Gatot Trikorawan saat rapat koordinasi penanganan bencana alam, namun dia juga menyampaikan sinergitas untuk menagani penanggulangan bencana sangat penting. Peningkatan pengetahuan kepada masyarakat yang wilayahnya rawan bencana juga perlu dilakukan secara masif.

 

Selanjutnya, kata Gatot Trikorawan, unsur komonitas yang hadir ditengah tengah masyarakat saat terjadi bencana memiliki peran penting sebagai pelaku awal dalam penanggulangan bencana. “Perkiraan puncak musim kemarau sampai dengan bulan September. Langkah langkah antisipasi dan Kesiapsiagaan bencana menghadapi musim kemarau di Kabupaten Situbondo harus kita antisipasi sedini mungkin,” ucapnya.

 

Untuk menghadapi kekeringan, lanjut Gatot Trikorawan, maka pembuatan sumur bor, pipanisasi, droping air bersih dan penyediaan tandon air harus benar-benar diperhatikan dan dikedepankan. “Untuk menghadapi kekurangan air pada lahan pertanian, maka kita harus membuat embung dan perbaikan saluran drainase,” pungkas Gatot Trikorawan.

 

Dilain pihak, Kasdim 0823 Situbondo Mayor Inf Sampak, S. Ag dalam arahan mengatakan, Sesuai PP 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penangulangan Bencana, maka kedepan personil kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana harus mengetahui tugasnya masing-masing. “Agar para personil kesiapsiagaan bencana memahami tugasnya masing-masing, maka perlu dilaksanakan latihan pra, saat dan pasca bencana,” ujar Kasdim Situbondo.

 

Bukan hanya itu saja pengarahan yang disampaikan Kasdim Situbondo dihadapan peserta rapat koordinasi penangulangan bencana alam. Akan tetapi, Mayor Sampak mengeskan bahwa pengecekan kesiapsiagaan alat peralatan dalam menangani terjadinya bencana alam juga hal yang sangat penting.

 

“Tujuan kesiapan alat-alat atau perlengkapan dalam menangani bencana alam untuk mempermudah personil kesiapsiagaan bencana dalam mengatasi bencana di lapangan, sehingga proses evakuasi dan lain sebagainya bisa terlaksana dengan lancar,” pungkas Kasdim Situbondo.

Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.

Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Antisipasi Bencana Pada Musim Kemarau, BPBD dan Kodim Situbondo Gelar Rakor

Trending Now