Ditjen Dukcapil Kemendagri Bahas Keamanan Data Dengan Pakar Cybersecurity Estonia

Kamis, 23 Februari 2023 | 05:56 WIB Last Updated 2023-02-22T23:57:47Z

 

Dirjen Dukcapil Zudan Arief Fakhrullah saat menerima delegasi Tim Pakar Cybersecurity dari Cybernetica, Estonia, di Kantor Ditjen Dukcapil, Jakarta (dok:Puspen Kemendagri)


Jakarta, JBN Indonesia - Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) terus mendorong semua sektor pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan pelayanan publik untuk menggunakan data kependudukan berbasis NIK atau Nomor Induk Kependudukan. 


Dalam membangun database tersebut, Dukcapil tidak hanya mementingkan fungsionalitas dan fleksibilitas dari sistem yang dibangun, tapi juga aspek keamanannya.


Untuk keperluan tersebut, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakhrulloh kembali menerima kunjungan Tim Pakar Cybersecurity dari Cybernetica, Estonia, di Kantor Ditjen Dukcapil, Jakarta, Selasa (21/2/2023). Ini merupakan kunjungan kedua dari perusahaan IT berbasis litbang di bidang keamanan siber, interoperabilitas, dan identitas digital dari negara pecahan Rusia di kawasan Baltik, Eropa Utara itu.


Dalam kunjungan kali ini, delegasi Cybernetica dipimpin oleh CEO Oliver Vaartnou ditemani Kepala Teknologi ID Digital Michael Buckland. Kemudian, Kepala  Kerja Sama Teknologi ID Digital, Marika Popp, serta Release Engineer for Digital ID Technologies, Aleksander Kamanik. Mereka didampingi oleh Konsul Kehormatan Estonia untuk Bali dan Jawa Tengah, Bharat G. Advani. Sementara ikut mendampingi Dirjen Dukcapil, yakni Direktur PIAK Erikson Manihuruk dan Direktur FPD2K Akhmad Sudirman Tavipiyono.


Dirjen Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, Dukcapil saat ini memerlukan sebuah platform integrasi data yang aman dan mampu menyatukan semua lembaga pelayanan publik. Bukan hanya integrasi parsial dengan satu per satu lembaga, melainkan terintegrasi dalam seluruh ekosistem. Misalnya, kata Zudan, data Dukcapil terintegrasi dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, perbankan, rumah sakit dan seterusnya. Begitu pun sebaliknya antar-instansi tersebut bisa saling terintegrasi satu sama lain.


"Inilah tujuan Dukcapil ke depan Indonesia akan menuju single sign-on untuk semua layanan publik,"jelas Zudan.


Sementara CEO Cybernetica Oliver Vaartnou, menyampaikan bahwa pihaknya mengembangkan teknologi SplitKey Mobile Authentication dan Digital Signature Platform yang merupakan generasi lanjutan dari teknologi identitas elektronik.


"Platform ini mengubah smartphone dan tablet end user menjadi perangkat otentikasi yang aman, melengkapi penyedia layanan online yang andal, dan alat manajemen akses end user yang aman. Platform ini pun memungkinkan pengguna akhir untuk menandatangani dokumen secara digital,"papar Oliver.


Dikatakan pula bahwa SplitKey menggunakan 3 faktor otentikasi, yakni PIN, pola pattern lock (kode garis), dan biometrik (face recognition). 


"Otentikasi yang aman biasanya membutuhkan hard ware khusus seperti kartu pintar, kalkulator pin, kunci USB, dan lainnya untuk melindungi dari phishing dan serangan malware. Perangkat-perangkat ini mahal, tidak nyaman digunakan, dan menerbitkannya memakan waktu. Nah, teknologi SplitKey melindungi kunci pribadi dengan menggunakan kriptografi ambang batas, sehingga pengguna dapat dengan mudah menggunakan ponsel pintar mereka untuk mengotentikasi dan menandatangani semudah menggunakan token biasa,"urainya.


Senada dengan Oliver, Kepala Teknologi ID Digital Cybernetica, Michael Buckland, mengungkapkan bahwa Cybernetica telah mulai bekerja sejak 25 tahun yang lalu.


"Kami mulai dengan solusi interopability untuk Estonia, dan kini digunakan lebih dari 20 negara. Digital Identity, itu juga salah satu seri bisnis terbesar kami,"ungkap Michael Buckland.


Diakhir pertemuan itu, Dirjen Zudan mengucapkan terima kasih atas diskusi yang produktif dengan Tim Cybernetica yang banyak memberikan hal - hal baru terkait keamanan data dan informasi


"Dukcapil ingin menyatukan semua lembaga dalam satu platform integrasi data. Untuk itu Dukcapil membutuhkan cybersecurity, SplitKey dan identitas digital dalam satu platform yang saling terintegrasi dengan banyak instansi,"ucap  Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh mengakhiri. (Noka/JBN)


Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.

Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ditjen Dukcapil Kemendagri Bahas Keamanan Data Dengan Pakar Cybersecurity Estonia

Trending Now